“Goyang Penasaran” dari prosa ke sandiwara (Teater Garasi, 14-16 Des 2011)

“Goyang Penasaran,” cerita pendek yang ditulis oleh Intan Paramaditha dalam Kumpulan Budak Setan, diadaptasi ke dalam bentuk pertunjukan. Proyek pertunjukan Goyang Penasaran diinisiasi oleh Naomi Srikandi – peraih Empowering Women Artists Kelola – bersama Intan Paramaditha dan berkolaborasi dengan Agung Kurniawan, Ari Dwianto, Ignatius Sugiarto, Irfanuddien Ghozali, MN Qomaruddin, Ratri Kartika Sari, Rifqi Mansur Maya, Risky Summerbee, … Continue reading

“Best enjoyed at midnight” – Whiteboard Journal (Oct 2011)

Whiteboard journal’s October book selection (Oct 24, 2011)  

Bangkitnya Abdullah Harahap dari Kubur (Tempo, 20 Sep 2010)

Tempo, 20 Sep 2010 KEDAI buku beratap seng itu terletak di bagian dalam pasar buku Pasar Senen, Jakarta. Tanpa papan nama, seperti kebanyakan kedai buku di sana. Sebuah meja besar memenuhi kedai itu. Di atasnya bertumpuk buku teka-teki silang yang biasa dijajakan pengasong di terminal. Beberapa novel remaja murahan tertata di salah satu rak. Di … Continue reading

Diskusi – Abdullah Harahap di Dewan Kesenian Jakarta (27 Agst 2010)

Salah satu usulan para pengarang Kumpulan Budak Setan mengundang Abdullah Harahap dalam sebuah diskusi publik.   Usul ini disambut baik oleh Zen Hae dari Dewan Kesenian Jakarta, yang akhirnya memasukkan nama Abdullah Harahap ke dalam program Bincang Tokoh. Mikael Johani diundang sebagai pembicara. Bincang Tokoh merupakan salah satu program Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) … Continue reading

Diskusi di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI (21 Mei 2010)

Diskusi Kumpulan budak setan di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Acara diadakan oleh Departemen Susastra dan mahasiswa (Ibnu Rizal dan kawan-kawan). Moderator: Asri Saraswati.

Pembacaan Ulang Pengarang Stensilan (Jawa Pos, 28 April 2010)

Jawa Pos 28 April 2010 oleh Sidik Nugroho,   Nama Abdullah Harahap tak pernah dikenal sebagai tokoh penting dalam sastra Indonesia pada eranya (tahun 80-an). Namun ia adalah seorang pengarang produktif, menulis banyak novel stensilan tentang setan, balas dendam, seks, jimat, dan segala yang berbau horor. Kepengarangan Abdullah memang telah usai. Bahkan buku-bukunya kini susah ditemui … Continue reading

Akhirnya Bertemu Abdullah Harahap

Kantor GPU, Palmerah, April 2010.  

“Jimat Sero” di Jurnal Indonesia (April 2010 -terj. Benedict Anderson)

‎”Jimat Sero,” cerpen Eka Kurniawan dalam Kumpulan Budak Setan, diterjemahkan oleh Benedict Anderson ke Bahasa Inggris di Jurnal Indonesia (April 2010): …  A short story by Eka Kurniawan, translated by Benedict R. O’G. Anderson, taken from a book of contemporary Indonesian “horror” stories: Kumpulan Budak Setan (A Collection of Slaves of Evil Spirits), published by … Continue reading

Membaca Ulang Horor Abdullah Harahap (Gatra, 10 Maret 2010)

Gatra, 10 Maret 2010 Bambang Sulistiyo   Haji Ahmad, pemuka agama sebuah desa, menganggap pentas musik dangdut yang penuh goyangan aduhai itu haram hukumnya. Karena itu, penyanyi dangdut seperti Salimah dicap sebagai sumber maksiat. Haji Ahmad “menang,” Salimah terusir dari desa itu. Dua tahun kemudian, Salimah pulang kampung untuk membalas dendam terhadap Haji Ahmad. Kali ini … Continue reading

Abdullah Harahap Memperkaya Diskusi Horor (Koran Tempo, 17 Feb 2010)

Tempo, RABU, 17 FEBRUARI 2010 | 15:29 WIB   TEMPO Interaktif, Jakarta – Buku kumpulan cerita horor Kumpulan Budak Setan akan diluncurkan malam ini di Komunitas Salihara, Jalan Salihara Nomor 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Buku itu berisi 12 cerpen karya Intan Paramaditha, Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad.

Cerita-cerita pendek itu dihasilkan setelah mereka membaca dan menafsir … Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.